Detail Objek Wisata Istana Mini

Gedung VOC ini dibangun pada tahun 1611 oleh penguasa VOC pertama  dan kemudian digunakan oleh Gubernur Jenderal VOC pertama, Jan Pieterzoon Coen, pada tahun 1621. Rumah besar yang megah ini menghadap selat Zonnegat, dengan Benteng Belgica dibelakangnya di Bukit Tabaleku. Replika yang lebih besar dari rumah mewah ini kemudian dibangun (1612) di Jayakarta, Jakarta kini, dan sejak kemerdekaan Republik Indonesia, bangunan ini digunakan sebagai Istana Presiden Republik Indonesia. Pada salah satu halaman dari taman Istana Mini ini, terdapat patung Willem III dari Belanda yang terbuat dari perunggu. Pada salah satu kaca jendelanya yang menghadap laut, terdapat sebuah ukiran / prasasti dari abad ke - 19 yang ditulis oleh seorang Residen berusia 35 tahun Rutger Martens Schwabbing. Tanggal yang tertera pada tulisan tersebut 01 September 1831, padahal lelaki ini meninggal pada 12 April 1832 berdasarkan catatan sejarah Belanda. Menurut kepercayaan masyarakat lokal tulisan ini dibuat oleh orang yang sama, tapi setelah kematiannya, tahun yang tertera pada tulisannya 1832. Dan disebutkan bahwa ruangan ini berhantu, yang oleh masyarakat lokal disebut  ruang “ spok “ . Anda dapat berjalan kaki selama 10 menit ke situs ini dari pelabuhan Banda.