Detail Objek Wisata Perahu Batu (Natar Sory Fampompar)

Perahu Batu atau oleh masyarakat setempat menyebutnya Natar Sory Fampompar (sesuai bahasa daerah).

Zaman megalitikum memperlihatkan bagaimana mahirnya masyarakat kala itu mampu menyusun batu yang kokoh dan kuat oleh kondisi cuaca apapun. Hal ini bisa dilihat dari bangunan perahu dan tangga batu yang terletak di desa Sangliat Dol, kecamatan Wertamrian, kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Bangunan yang dibuat kurang lebih pada abad 16 Masehi dengan nama lokal Natar Sory Fampompar dengan ukuran lebar lambung 9,8 meter dan panjang 18 meter menghadap kearah timur. Di depannya terdapat Pamaru dan bagian belakang terdapat meja batu yang berfungsi sebagai tempat sesajian dan meja persembahan ketika dilaksanakan ritual adat pada siding adat, rapat desa maupun pada saat menerima tamu.

Menurut kebiasaan ritual adat, yang akan dilakukan pertama bagi tamu dan pengunjung dengan cara Kaut Dedin dilaksanakan oleh Tuan Tanah di pantai dengan makan buah Sirih Pinang dan meneguk sedikit Sopi (minuman khas lokal) pertanda tamu atau pengunjung tersebut tidak terganggu dan terhindar dari segala jenis gangguan lainnya.

Setelah itu, melangkah menaiki tangga batu menuju perahu di atas kampung dengan melewati 106 anak tangga. Untuk mencapai puncaknya pada anak tanga ke-100, dibutuhkan stamina yang prima karena posisi anak tanga terakhir memiliki kemiringan 35 derajat.

Jarak dari kota Saumlaki menuju desa Sangliat Dol, kecamatan Wertamrian, kabupaten Maluku Tenggara Barat, dibutuhkan waktu tempuh 60 menit menggunakan kendaraan roda dua maupun empat.

Untuk sementara ini tempat wisata Perahu Batu (Natar Sory Fampompar) belum ada retribusi yang tetap bagi pengunjung. Pengunjung bisa memberikan uang seadanya kepada penjaga atau pengurus