Detail Objek Wisata Pulau Osi

Pulau Osi adalah sebuah pulau yang terletak di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Pulau Osi luasnya hanya sekitar 9 hektar, dengan panjang sekitar 600meter dan lebar 200 meter. Walaupun pulau ini kecil tetapi pulau ini memiliki pemandangan yang indah dan juga memiliki potensi hasil laut yang berlimpah. Gugusan terumbu karang yang beragam dimana menjadi habitat dari berbagai jenis ikan, sehingga mebuat kawasan pulau Osi masuk dalam daerah Taman Wisata Alam laut pulau Marsegu yang luasnya lebih besar dari pulau Osi, sekitar 11.000 Ha. Serta memiliki pulau-pulau kecil di sekitarnya. Jumlah penduduk pulau Osi sekitar 300-an KK, dimana pekerjaan pada utamanya sebagai nelayan.
Pada sisi barat pulau ini terdapat jembatan kayu yang panjangnya sekitar 1.273 meter, yang menghubungkan antara Pelita Jaya dan Pulau Osi. Ketika kita menuju pulau Osi melalu Jembatan kayu dari Pelita Jaya dimana kita dapat melihat sebuah lapangan luas dengan pohon Casuarina Equasetifolia yang berjejer di sampingnya, lalu kemudian kita akan melewati dua pulau karang kecil yang begitu cantik dengan deretan hiasan pohon Mangrove.

Cara ke Pulau Osi

Sudah pasti kita harus terbang ke kota Ambon terlebih dahulu, kemudian dari kota Ambon kita menuju ke pelabuhan Hunimua sekitar 40 menit perjalanan menggunakan Mobil. Harga sewa Mobil sekitar Rp. 400.000,- - Rp. 500.000,-.
Dari pelabuhan Hunimua, kemudian kita beli tiket kapal Ferry menuju ke pelabuhan Waipirit di Seram bagian barat seharga Rp. 20.000,-/orang. Kapal Ferry Hunimua – Waipirit dan Waipirit – Hunimua melayani 6 – 8 kali sehari perjalanan. Lamanya perjalanan yang ditempuh kapal Ferry sekitar 1.5 – 2 jam. Tarig penyebrangan untuk kendaraan beroda dua Rp. 55.000,- (Berboncengan), sedangkan untuk kendaraan beroda empat dikenakan tariff Rp. 150.000 – Rp. 200.000,-

Tiba di Pelabuhan Waipirit di desa Waipirit, Kec. Kairatu, kab. Seram Bagian Barat. Ada beberapa pilihan kita mau mampir sebentar di Rumakai untuk melihat Air Terjun Waisia yang hanya berjarak 30 – 45 menit perjalanan dari Pelabuhan Waipirit ataukah kita langsung melanjutkan perjalanan ke Piru, iu kota Kab. Seram Bagian Barat. Jika punya sedikit waktu, kita bisa mampir sejenak di Air Terjun Lumoli yang berada di Piru sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Osi.

Dari Piru ke desa Pelita Jaya menghabiskan waktu sekitar 1.5 – 2 jam perjalanan. Setelah itu melanjutkan perjalan ke Pulau Osi melalui Jembatan Kayu sekitar 20 menit. Tarif masuk ke pulau Osi sekitar Rp. 5.000,- untuk kendaraan roda dua dan Rp. 2.000,- untuk pejalan kaki.
Ada dua buah resort dan restaurant di pulau Osi. My Moon Daud Resort dan Indoago Resort yang terdapat di atas air, letak resort berada sangat berdekatan dengan pintu gerbang.

My Moon Resort adalah resort pertama di Pualu Osi, dengan fasilitas 5 water cottage ayng masing-masing memiliki double bed, tetapi bisa di tambah extrabed sehingga bisa ditinggali oleh 4 orang. Setiap cottage memiliki kamar mandi dalam, tarifnya sekitar Rp. 400.000 – Rp. 450.000,-/malam dan sudah termasuk sarapan.

Indago Resort memiliki 6 water cottage dengan kamar mandi dalam.Tarifnya kurang lebih sama dengan My Moon, Rp. 400.000 – Rp. 450.000/malam.
Jika kita ingin menginap di Pulaunya atau ingin merasa suasana kampung Osi, kita bisa menginap di Homestay Pak Indrus. Homestay sederhana dengan kamar mandi berada di luar. Tarifnya sekitar Rp. 200.000,-/malam/kamar.
Untuk masalah isi perut tidak terlalu mengalami kesulitan, karena hanya dengan Rp. 50.000,- (Nasi + Ikan) Plus sayur RP. 25.000,- yang bisa di makan oleh 3 – 4 orang. Dan yang tidak kalah menariknya, ada keramba ikan dimana pengunjung bisa memancing ikannya sendiri dan kemudian di bakar atau ikan kuah kuning untuk disantap menjadi menu makan siang atau malam seharga Rp. 150.000,-

Tujuan Wisata Baru

Pulau Osi merupakan sebuah tujuan wisata yang digemari di Kabupaten Seram bagian Barat saat ini. Pulau yang memiliki kaindahan alam bawah laut, sehingga sangat nyaman untuk di kunjungi. Untuk Snorkeling kita hanya tinggal menyeberang ke pulau Latunai dan pulau Marsegu dimana kedua pulau tak berpenghuni ini memiliki pasir putih dan bersih. Denga air laut yang hijau kebiru-biruan sangat teduh di pandang oleh mata. Terumbu karang warna – warni dan rapat sunguh sangat mempesona, ditambah dengan deretan ikan-ikan karang yang sangat banyak.

Lelah perjalanan akan terobati manakala Sunset dan Sunrise sambil duduk di teras cottage yang berada diatas air dengan secangkir kopi atau kita bisa berjalan menjelejahi jembatan kayu yang menjadi penghubung pulau Osi dan sekitarnya. 

Informasi tentang pulau Osi masih jarang dan belum sepopuler pantai Ora, yang kita tahu di pulau Seram hanya pantai Ora di Seram Utara. Sehingga nama pulau Osi belum begitu dikenal luas. Waktu tempuh ke pulau Osi lebih singkat di bangdingkan ke pantai Ora. Namun, potensi pulau Osi masih sangat besar untuk dikembangakan kedepannya.

Sumber foto : https://p3tson.files.wordpress.com/2011/09/hdr_2-copy.jpg?w=720