Detail Objek Wisata Pulau Tujuh (Desa Pasanea)

Ada beberapa pulau-pulau yang berderet di Seram Utara bagian Barat, tepatnya di desa Pasanea. Pulau-pulau itu disebut dengan Pulau Tujuh atau Nusa Itu karena terdiri dari tujuh deretan pulau, tetapi sekarang hanya tinggal enam pulau saja.

Pulau Tujuh, Pict by Eddie Likumahuwa

Untuk akses perjalanan ke Pasanea, kita bisa melalui jalur darat lintas Seram. Kita dapat menggunakan mobil atau pun motor. Dari Ambon kita kemudian pergi menuju ke Liang, pelabuhan Hunimua kemudian kita dapat berangkat menggunakan kapal Fery ke Pelabuhan Waipirit Seram Bagian Barat. Dari Waipirit, kita melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai di Waipia, lalu sampai di Tugu Waipia dan melanjutkan perjalanan melewati jalan menembusi hutan Seram hingga sampai di Seram Utara, Pasanea. Dari Pasanea, kita hanya tinggal menggunakan speed boat sekitar tiga menit untuk sampai ke pulau yang pertama dari Nusa I’tu yaitu Nusa I’sau.

https://genpimaluku.files.wordpress.com/2017/04/pasanea.jpg

Nusa I’sau atau yang lebih di kenal dengan Pulau I’sau adalah pulau paling pertama dari Pulau Tujuh. Pulau I’sau mempunyai dua buah Bungalow yang di kelola oleh Badan Usaha Milik Desa Pasanea.

Pulau I’sau merupakan pulau yang jaraknya paling dekat dengan desa Pasane. Pulau Tujuh sendiri berada di dalam kawasan daerah desa Pasanea. Pulau I’sau memiliki pantai keren yang berhadapan tepat dengan desa Pasanea. Struktur geografis pulau I’sau adalah landai, dan setiap deretan dari pulau Tujuh ini memiliki cerita sejarah tentang “World War II” atau Perang Dunia II. Pada salah satu pulau yaitu pulau Besar terdapat sebuah pabrik milik asing yang sekarang telah menjadi reruntuhan.


Di pulau I’sau pun kita masih dapat melihat struktur pondasi bangunan-bangunan pada jaman Perang Dunia ke II. Kita pun bisa menemukan kuburan orang-orang yang dahulu pernah tinggal di pulau I’sau. Berbagai macam peninggalan yang kita temui di Nusa Itu dapat kita ketahui bagaimana Nusa Itu pernah berjaya dengan memiliki sebuah Pabrik besar dan serts bagaimana pulau-pulau ini dahulu menjadi tempat hunian masyarakat baik sebelum Perang Dunia ke II.

Pulau Tujuh ini memiliki banyak cerita dan narasi-narasi sejarah yang belum di ketahui masyarakat luas dan jangan salah, pulau ini menjadi surganya para spears fishing.