Detail Objek Wisata Wisata Sejarah dan Budaya Banda Neira

Wisata Sejarah

Banda Neira yang oleh orang Eropa dijuluki dengan “een Europeeshe Staad in Zuid-Oost Azie” atau maket kota kecil Eropa di Asia Tenggara sangat banyak menyimpan sisa kejayaan dari era kolonial berupa situs-situs sejarah, diantaranya :

  • Benteng Belgica, bangunan berbentuk Pentagon peninggalan VOC yang terdapat di Kota Neira Benteng ini di bangun pada tahun 1611 oleh Gubernur Jenderal Pieter Both, saat ini Benteng Belgica diusulkan ke UNESCO untuk menjadi salah satu Warisan Dunia (World Heritage)
  • Benteng Nassau, benteng peninggalan Portugis yang kemudian pembangunannya dilanjutkan oleh Belanda, benteng ini dibangun pada tahun 1609 dan terletak di Kota Neira, saat ini Benteng Nassau sedang megalami pemugaran.
  • Benteng Hollandia/Fort Lonthoir dibangun tahun 1624, benteng peninggalan Belanda yang terdapat di Lonthor – Pulau Banda Besar (kondisi rusak berat).
  • Benteng Revenge dibangun pada tahun 1616, terdapat di Pulau Ay, benteng ini merupakan Benteng peninggalan Belanda (kondisi rusak berat).
  • Benteng Concordia, merupakan benteng peninggalan Belanda dan terletak di Desa Waer – Pulau Banda Besar dibangun pada tahun 1630. (kondisi rusak berat).
  • Benteng De Post di Desa Kampung Baru – Pulau Neira (situsnya mulai hilang).
  • Benteng Colombo di Pulau Gunung Api merupakan benteng peninggalan Belanda yang dibangun pada akhir abad XVIII (kondisi rusak berat).
  • Benteng De Pot (Fort Kota) di Pulau Gunung Api dibangun oleh van der Vliet pada tahun 1664 (kondisi rusak berat).
  • Benteng De Morgenster (Fort Dender) terdapat di Desa Dender – Pulau Banda Besar, benteng peninggalan Belanda ini dibangun pada tahun 1628 oleh Willem Jans Admiral. (situsnya mulai hilang)
  • Benteng Lakuy, benteng peninggalan Belanda di Desa Lonthor – Banda Besar (situsnya mulai hilang)
  • Benteng Culemberg (Fort Salamon), benteng peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1638 oleh Cornelis Acoley atas perintah Gubernur Jenderal Antonio van Diemen terdapat di Desa Salamon – Pulau Banda Besar. (situsnya mulai hilang)
  • Benteng Uring, benteng peninggalan Belanda yang terdapat di Desa Uring – Pulau Banda Besar dibangun pada tahun 1630 oleh Hakim Ketua Jan Jansz Visscher. (situsnya mulai hilang)
  • Istana Mini, Istana Gubernur Jenderal VOC merupakan miniatur dari Istana Negara di Jakarta
  • Istana Deputy Gubernur VOC yang terletak bersebelahan dengan Istana Mini
  • Istana Captain Christophel Cole, dari Angkatan Laut Inggris yang berhasil menaklukan Banda dari tangan Belanda pada tanggal 8 Maret 1796
  • Rumah Pengasingan Drs. Mohammad Hatta selama dibuang di Banda, tahun 1936-1942
  • Rumah Pengasingan Sutan Syahrir selama dibuang di Banda, tahun 1936-1942
  • Rumah Pengasingan dr.Cipto Mangunkusumo, tahun 1928-1940
  • Rumah Pengasingan Mr. Iwa Kusuma Sumantri, tahun 1928-1940
  • Monumen Parigi Rante, untuk mengenang pembantaian 40 Orang Kaya Banda oleh Jan Pieterszoon Coen pada tanggal 8 Mei 1621
  • Gereja Tua/Hollandische Kerk yang dibangun pada tahun 1600an
  • Klenteng Tua,Sun Tien Kong yang terdapat di Desa Nusantara – Pulau Neira
  • Rumah Budaya/Museum Banda Neira
  • Rumah-rumah tua ex Perkenier Pala

 

Wisata Budaya

Keanekaragaman budaya dan adat istiadat asli dan hasil akulturasi budaya Arab, Cina, Eropa, Jawa, Melayu membuat khazanah budaya Banda Neira semakin kaya dan tetap lestari, diantaranya :

  1. Tari Cakalele, adalah tarian perang, saat ini sering digunakan untuk penyambutan tamu dan upacara-upacara adat.
  2. Tari Siamale, dari Desa Lonthor adalah tarian perayaan atas kemenangan perang di masa lalu, saat ini sering digunakan untuk penyambutan tamu dan upacara-upacara adat.
  3. Kora-Kora atau Belang merupakan perahu perang orang Banda tempo dulu, saat ini setiap tahunnya diadakan perlombaan dan sering juga digunakan untuk penyambutan tamu.
  4. Ritua Buka Kampung khusus untuk kampung-kampung Adat
  5. Ritual Cuci Parigi Pusaka, ritual adat cuci sumur pusaka di Desa Lonthor, biasanya diadakan 7-10 tahun sekali
  6. Dan berbagai macam ritual serta tari-tarian lainnya