Masyarakat Hukurila Melakukan Kerja Bhakti Massal Bersih Pantai

Menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan indah merupakan dambaan setiap orang. Untuk itu mewujudkan hal itu sejumlah masyarakat dan pelajar yang cinta lingkungan di desa Hukurila melakukan kerja bhakti massal dengan membersihkan lingkungan disekitar pantai dari sampah organik maupun non organik yang berlangsung di desa Hukurila kecamatan Lei Timur Selatan Kota Ambon Jumat (16/11/18). Kerja bhakti massal bersih-bersih sampah dan sosialisasi edukasi lingkungan tentang bahaya dan manfaat sampah yang digagas oleh 7 orang peserta dari Reform Leader Academy (RLA) Angkatan XV untuk mewujudkan desa Hukurila sebagai Desa Wisata Bahari Berkelanjutan (DewiBulan) di provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Menurut salah satu anggota RLA Syamsul Bachri dan Ilham Tauda dalam aksi kerja bhakti bersih-bersih di pantai desa wisata Hukurila mengatakan, kegiatan bersih-bersih pantai di objek wisata pantai Hukurila ini sangat penting dilakukan, karena pantai desa wisata harus bersih dari sampah-sampah terutama sampah organik maupun non organik yang dapat membayakan kehidupan terutama biota laut dan kehidupan sekitar pantai. Untuk itu dirinya mengajak masyarakat dan para wisatawan yang berkunjung ke pantai Hukurila agar selalu menjaga kebersihan dan buanglah sampah pada tempatnya agar lingkungan pantai yang indah ini bersih dari sampah.

Sementara itu Mahung Kusnandar salah satu pemerhati lingkungan dari USAID APIK ketika memberikan edukasi tentang bahaya sampah dan manfaat dari sampah menghimbau kepada masyarakat kedepannya nanti harus disiapkan tempat sampah. “Bahaya sampah organik maupun non organik terhadap lingkungan jika sampah dibuang sembarangan sangat berbahaya. Apalagi sampah tersebut sudah mencemari laut yang mengakibatkan rusaknya terumbu-terumbu karang dan  biota laut. Akibatnya laut menjadi kotor dan rusak karena sampah tersebut.

Sedangkan Marlon warga desa Hukurila menytambut baik kegiatan kerja bhakti massal bersih-bersih pantai dan pemberian edukasi tentang sampah ini, karena dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat maupun wisatawan akan bahaya serta manfaat dari sampah. “Beta sangat mengapresiasi kegiatan bapak-bapak dari RLA ini dan tidak lama lagi melaunching desa Hukurila menjadi desa wisata berkelanjutan (DewiBulan) oleh bapak Gubernur Maluku”, kata Marlon.